menteri koordinator jenis politik, hukum, dan keamanan, djoko suyanto, meminta seluruh pihak tak beragam menafsirkan putusan hukum atas bekas kepala badan reserse kriminal kepolisian indonesia, komisaris jenderal polisi susno duadji.
semua pihak mesti menjunjung tinggi keputusan mahkamah agung dan mahkamah konstitusi. tidak boleh banyak interpretasi lain mengenai penegakan hukum dalam negara ini, tutur suyanto, pada keterangan terjamin dan diterima, pada jakarta, kamis.
sebelumnya, tim eksekutor daripada kejaksaan tinggi dki jakarta serta kejaksaan negeri jakarta selatan, rabu (24/4), berencana mengeksekusi duadji daripada rumahnya, pada kompleks jalan pakar raya nomor 6 kelurahan ciburial, kecamatan cimenyan, kabupaten bandung.
namun rencana eksekusi itu tak berjalan mulus sebab mendapatkan perlawanan dari susno duadji hingga kuasa hukumnya dan serta ketua majelis syuro partai bulan bintang, yusril mahendra, mendatangi rumahnya serta duadji dibawa ke mapolda jawa barat.
Informasi Lainnya:
- Kecantikan Tabita Skin Care
- Candtik Dengan Tabita Skin Care
- Candtik Dengan Tabita Skin Care
- Kecantikan Tabita Skin Care
di mapolda Jawa Barat hingga kamis dini hari, tim jaksa eksekutor berusaha tetap mengeksekusi duadji namun upaya tersebut tetap gagal.
akhirnya tim jaksa eksekutor mengakibatkan mapolda Jabar, kamis dini hari, jam 00.15 wib. kejaksaan tetap ingin melakukan eksekusi pada duadji karena keuntungan tersebut sesuai melalui perintah undang-undang.
duadji didakwa selama jumlah korupsi penanganan perkara pt salmah arowana lestari (sal) dan dana pengamanan pilkada jawa barat 2008.
dia menyalahgunakan wewenang, ketika menangani kasus pt sal melalui menerima kejutan rp500 juta agar mempercepat penyidikan jumlah itu. duadji terbukti memangkas rp4.208.898.749 yang merupakan dana pengamanan pilkada jawa barat saat menjabat kapolda Jawa Barat pada 2008, agar kepentingan pribadi.